Selasa, 21 Desember 2021

Kejadian Unik Dan Lukisan Yang Menarik



Saya ingat betul, kemarin saya mengunjungi Mall di Kota Solo, ya walaupun tujuannya bukan belanja sih, tapi hanya duduk dan menikmati suasana di dalam Mall, biasalah mahasiswa.

Beginilah kegiatan saya setiap harinya, selain mengikuti mata kuliah online saya juga selalu mengunjungi tempat yang menarik dan pastinya membuat saya bisa berekspresi bebas.

Saya sangat menyukai Traveling, estt jangan sembarangan ya, saya selalu mendapatkan hal baru dari sini, setiap kali saya menggelilingi kota, saya bisa melihat dunia yang benar-benar nyata. Bagaimana tukang becak panas-panasan hanya demi keluarga di rumah, ojek online yang menunggu orderan dari pelanggan, dan sepasang kekasih yang sedang memandu rindu, banyak sekali yang bisa saya rasakan.


Oh iya kembali lagi, kemarin saya mengunjungi Mall Solo Squere, awalnya hanya ingin membeli es teh dan duduk di tengah keramaian. Tapi, tujuan saya berbelok ketika melihat toko aksesori yang menjual barang-barang cantik.

Selain menyukai Traveling, saya juga suka mengoleksi aksesori yang unik seperti, bando, penjepit rambut, dompet, buku diary dan benda lain yang bentuknya lucu, heheh. Iya bener sih, saya sudah dewasa masih saja menyimpan benda-benda konyol. Estt jangan salah, semua benda itu saya beli dengan uang sendiri ya, bukan dari orang tua lagi.

Setelah melihat semua toko aksesori, saya akhirnya membeli tali rambut hitam dengan harga 10.000, murahlah ya untuk kalangan orang yang sering mengunjungi Mall, tapi tidak berlaku untuk saya, hehe.


Setelah membeli aksesori, saya kembali ke tujuan pertama membeli es teh dan menikmati di tengah keramaian. Seperti biasa, bagi saya menikmati suasana seperti ini, cukup menyenangkan. Dimana saya bisa melihat beraneka ragam orang, seperti, orang tua yang membantu anaknya menaiki wahana, pria yang mencoba membahagiakan pasangannya, dan ada satu lagi yang menjadi pertanyaan saya, kemarin tuh ada dua pria mengunjungi Mall, berpenampilan seperti orang dewasa. Tapi, karena rasa penasaran, akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya, dan mengobrol sebentar. Ternyata benar dugaan saya bahwa mereka masih SMP kelas satu, waduh! Kok bisa ya, anak SMP mainya sampai ke Mall, lah waktu saya SMP mainya aja cuma di belakang rumah, hehe, oh mungkin beda tingkatan. Anehnya lagi nih mereka mengunjungi Mall hanya untuk mencari pacar, lah mereka mau dapet darimana coba? Sumpah nih anak kecil kocak banget, bisa-bisanya cari pacar sampai di Mall.


Hal menarik selalu saya dapatkan dari jalan-jalan. 

Setelah 30 menit saya menikmati keramaian, saya pergi ke toilet untuk membasuh muka, karena terlalu berminyak, hehe biasalah perempuan. 


Saya dihentikan oleh sebuah lukisan yang unik, nyata, menarik dan uhh intinya keren banget. Baru pertama kali saya bisa merasakan kehidupan di sebuah lukisan.

Saya mencoba mencari pemilik lukisan, tetapi ketika saya ingin bertanya, ternyata di sekeliling tidak ada orang sama sekali, ya masa mau tanya sama tembok, gila dong. Jadi, saya hanya memperhatikan lukisan dengan jiwa seni. Benar, yang selalu menjadi pertanyaan saya sampai sekarang adalah, siapa pelukisnya? Siapa orang ini yang membuat saya percaya arti kehidupan di bawah senja? Setelah melihat lukisan ini, saya merasakan keindahan yang belum pernah saya temui, kenyamanan yang belum pernah saya dapatkan, cinta yang begitu hangat, begitulah yang saya rasakan saat mendalami lukisan ini.

Pelukis ini benar-benar profesional, karena membuat seseorang bisa memasuki dunianya. saya bisa merasakan sesuatu yang dirasakan pelukis.

Kenapa saya bisa mengatakan demikian? Karena saya seorang penulis, jika saya bisa membuat orang tertawa, menangis, tersenyum dan tersakiti berarti saya sudah berhasil menjadi penulis berbakat.

Setiap orang memang mempunyai pandangan yang berbeda, tapi bagi saya penulis bukanlah dia yang selalu mendapatkan juara, pujian dan hujatan. Namun, penulis yang selalu bisa memahami dunia sekitar, bagaimana dunia sekitar bisa berekspresi melalui tulisan kalian, tidak peduli hujatan, tapi dia akan mencoba memperbaiki sedikit demi sedikit hanya untuk dunia sekitar, penulis yang sesungguhnya akan melakukannya dengan ikhlas, hanya demi nilai sebuah karya. So, nikmatilah semua karya dengan hati nurani ya, jangan hati yang penuh dengan iri dengki.

Hai semua! Kenalin, Namaku Umi Riadatul Munasaroh seorang Mahasiswa yang sekarang sedang beraktivitas sebagai penulis nih.

Komentar Facebook :

Komentar dengan Akun Google :


EmoticonEmoticon